A Corner Of Memories

A place where the memory goes


Counter

(Source: lolacreative, via lolilo)

Surat dari Arumi : Kisah seorang INFJ

fitfitriri:

Hai, kenalkan aku Arumi….bukan siapa-siapa, hanya seorang INFJ yang ingin berbagi kisah. Atau mungkin kamu juga salah satunya?

Diri ini dianugrahi rasa penasaran oleh Allah untuk mengenal kepribadian demi mencari metode self improvement yang tetap, plus juga demi menemukan potensi lain yang udah Allah titipkan ke diri ini. Ketika diri ini tahu kelebihan dan kekurangannya ini-itu, kita akan cepat sadar dan mengerti ‘bagaimana seharusnya’ ketika menghadapi situasi tertentu.

So accept me all the same, yeah? buat banyak orang, aku terlihat pendiam, introvert, ya namanya juga INFJ (introvert intuition feeling judging) buat sekumpulan orang tertentu aku bawel, outgoing, sanguinis, stand out in the crowd, dan ladidadidum lalala extrovert lainnya.The bittersweet truth is… aku tidak pernah senyaman itu ketika berada di kerumunan. yeah,i get energized by people, but only from my dear closest people. Ini menjelaskan pertanyaan diri sendiri , kenapa sih aku seperti memiliki koefisien gesek statis yang besaaar sekali setiap pengen muncul di crowd untuk jangka waktu yang lama? the answer is really simple: i am exhausted by crowd. Aku bukan tipe orang yang biasa untuk memulai di keramaian, awalnya aku bisa sedikit heboh  lalu lama-lama, pet! mati lampu. entah, crowd menghisap energiku seperti black hole~

Moving on! sebagai INFJ dominant function, aku adalah Introverted Intuition which is the most awesome thing that ever happens in my life, i only found this function awesome today. Ini menjelaskan  banget kenapa aku suka dapet kesan instan tentang orang asing, hmm apa ya ketika ada orang asing masuk ke kehidupanku seperti ada panggilan –entah dari mana- bilang itu orang baik, itu enggak, gitu. Entah itu mungkin bisikan intuisi dari alam bawah sadar, atau feeling ga enak kalo temen ada apa-apa, dan kadang aku kesel sama diri sendiri karena kesannya gampang suudzhan, astaghfirullah haha.

Berbicara dengan intuisi, aku juga suka memperhatikan orang-orang dan menebak perasaan ataupun karakter orang. Aku bisa membaca beberapa orang yang memang ‘readable’ (kadang ada juga yang susah sih). Nah karena itulah kadang aku juga membuat diriku sendiri ‘unreadable’ –bagaimana caranya agar tidak mudah ditebak- (tapi beberapa orang berhasil menebak aku, sial -_-). Hal-hal yang aku tebak kebanyakan selalu benar, mungkin inilah intuisi. Dari kecil aku senang sekali pelajaran mengarang, menggambar,mewarnai, mendongeng karena memang hobiku berimajinasi. Imajinasi itu antara lain menemukan sebuah ruangan di bawah tanah yang didalamnya seperti sebuah rumah lengkap dengan perabotannya.

Eh? Kadang apa yang aku bicarakan selalu sulit dimengerti oleh orang sekitar. Karena itu, aku jadi malas berbicara banyak dengan orang kecuali dengan orang-orang tertentu yang nyaman diajak bercerita dan cocok dengan karakterku. Aku lebih suka mengirim/menerima sms ketimbang menerima/me-nelepon, aku lebih senang berbicara lewat tulisan.

Setelah mengisi MBTI tes dan hasilnya INFJ, barulah terjawab kenapa selama ini aku seperti “ini”. Karena penjelasan tentang “introvert” saja belum cukup. Itu belum menjelaskan mengapa aku suka menganalisa suatu kasus dari berbagai sudut pandang, suka mengkritik diri sendiri dengan keras, mengapa aku suka pake bahasa yang berbelit-belit dan membiarkan orang menebak maksudnya. Well. INFJ explanation answers all. You may have known me so well, based on my explanation about myself I wrote here. Seperti umumnya orang-orang ‘sejenis’ kayak aku, aku bisa dengan lancar menuliskan segala sesuatu tentang diri aku lewat tulisan. Kalo ditanya secara verbal, agak sulit hehe karena mungkin bisa jadi takut salah ngomong, grogi, salah paham atau bisa jadi jawaban yang kamu minta gak bakal keluar semua.  

Another obvious example is, inget ga tulisan-tulisanku sebelumnya? Orang yang jeli pasti bisa melihat benang merah di antara tulisan-tulisan aku itu. Inti ceritanya mungkin cuma A. Titik. Tapi aku bikin banyak tulisan dari situ, A-Z dari berbagai sudut pandang pihak-pihak yang terlibat. Di tulisan tertentu, aku jadi si “aku” dan melihat masalah plus berbagai emosi yang dirasakan dari sisi orang tertentu. At that time I didn’t even know that I’m an INFJ.Bagi yang mengenal aku, pasti juga tahu aku hobi menggunakan metaphorical language untuk menjabarkan sesuatu. Well. Gaya bahasa rumit dan sering menggunakan metafor juga salah satu ciri khas INFJ. Another abnormality explained. Another uncommon trait of me explained.

Kami biasa “bermain-main” sama emosi orang. Karakter dasar INFJ adalah intuitif, sensitif, dan emphatic. Kami bisa merasakan emosi orang. Orang INFJ juga sering dikira extrovert karena kami bisa dengan gampang nyambung sama orang.. Aku khususnya tahu, kapan saat yang tepat untuk ngajak ngomong orang buat nanyain suatu hal tertentu, bernegosiasi, atau kapan harus tutup mulut, kapan harus berpura-pura dan menempatkan sesuatu pada tempatnya ‘versi diriku sendiri’. Plus, orang nyangkanya INFJ punya kepribadian ganda. Ini karena kami cenderung jadi bunglon saat menghadapi orang tertentu. Kepribadianku yang asli terlihat kalo aku lagi sama orang-orang dari “lingkaran dalam” aku yang udah tahu aku seperti apa.

INFJ dikenal sebagai orang yang idealis dan keras kepala kalau itu menyangkut prinsip dan pandangan hidup. Aku ini SUSAH untuk dekat sama orang. Butuh waktu berbulan-bulan bagi orang lain untuk bisa menembus lapisan-lapisan kepribadian aku yang rumit. Itupun kalau mereka cukup sabar, dan udah bakal dipastikan kalau orang-orang disekitarku itu orang sabar :,)

 “INFJ personalities have a unique combination of idealism and decisiveness – this means that their creativity and imagination can be directed towards a specific goal.” Kreativitas dan imajinasi bisa dipakai untuk mendapatkan apa yang diinginkan.  INFJ juga seorang perfeksionis. Digambarkan kalo orang INFJ selalu mengkritik dirinya sendiri karena susah untuk bener-bener percaya diri. Ditambah dengan peka sensitivitas, kami kurang bisa menolerir kesalahan. Kadang sekalinya OTT sama orang, susah buat balik lagi normalnya, atau…ketika seseorang bertanya ‘sesuatu’ ketika unmood, bisa bikin mood aku bener-bener terjun bebas. Kamu pernah mengalaminya?

INFJ juga orangnya terencana, bisa stress kalau harus menghadapi sesuatu secara spontan. Aku punya toleransi yang amat sedikit terhadap perubahan di dalam hidup aku. Aku justru merasa nyaman dalam rutinitas. Aku bakal stress kalo tau ada sesuatu yang mendadak. Kalaupun memang harus ada, aku harus tahu itu jauh-jauh hari, jadi bisa siap mental dulu. Inilah kenapa aku agak sulit sama pandangan orang yang bilang kita harus keluar dari comfort zone kalau mau sukses. Aku lahir dari kebiasaan, ketika kita nyaman, berada pada zona yang menyenangkan, membakar semangat kita, well kenapa ga bisa sukses? I have my own definition of success based on my perspective that most of you won’t understand.

Orang-orang sepertiku tidak suka konflik. Makanya kami cenderung lari dari masalah kalo harus menghadapi konflik. Bukannya takut, kami justru ga suka kalo kami menyebabkan ketegangan. We love harmony. The disharmony situation will stress us out. That’s why when it comes to opinion, I much prefer sweet lies to bitter truths.

Begitu. Karakter INFJ lainnya (yang semuanya persis kayak karakter aku) antara lain: Njelimet, hidup di dalam kepalanya, kreatif, imajinatif, suka possibilities, suka mengamat-amati dan mencatat hasilnya diam-diam di kepala, amat private, socially awkward ,moody, ga suka keramaian, tertarik sama sesuatu yang tersembunyi dan tersamarkan (seperti makna pada kalimat-kalimat ambigu berhias metafor, atau bahkan motif tersembunyi seseorang), curigaan, misterius, jauh lebih bisa menggambarkan sesuatu dalam tulisan ketimbang secara verbal.

INFJ itu tipe kepribadian langka di dunia. Di MBTI, ada 16 kepribadian. Dan INFJ cuma dimiliki sekitar 1% penduduk dunia. Ditambah lagi, kepribadian ini rumit. Biasanya orang INFJ punya dobel kepribadian yang samar-samar dan tidak semua orang bisa tahu itu. Plus, ada banyak lapisan-lapisan diri yang harus disingkap satu-satu untuk bisa mengetahui yang sesungguhnya. Itulah kenapa, kami misterius, kami punya banyak rahasia, karena itulah kami menutup diri dan cuma membagi pikiran-pikiran terdalam kami ke orang yang benar-benar bisa dipercaya.

Nah. I’ve tried to describe myself and explain my “abormalities” to you, karena aku sulit menjelaskan tentang apa yang aku rasakan dan karakter-karakter dasar aku ke orang lain secara verbal. Susah. Entar mau ngomong apa, yang keluar malah apa. Aku selalu begitu. Nanti pas dipikir-pikir lagi, “eh, kenapa tadi ngomong begitu? Seharusnya……. lalala lilili lainnya”

Baiklah. Mungkin ada di antara kamu yang setipe denganku? I’d be glad to know :)

-Arum(i)

11:45

"RUMAH. Malam ini aku tersesat lagi. Aku lupa jalan pulang."


“Aku tahu apa artinya sebuah kesedihan, aku pernah mengalaminya. Percuma berdiri di sini sepanjang hari, sepanjang tahun, tidak akan membantu. Tidak ada yang bisa membantu selain waktu. Tetapi agar waktu berbaik hati, kita juga harus berbaik hati kepadanya,  dengan menyibukkan diri. Sendiri hanya akan mengundang rasa sesal. Sepi hanya mengundang lipatan-lipatan kesedihan lainnya”
“Ada banyak cara menikmati sepotong kehidupan saat kalian sedang tertikam belati sedih. Salah satunya dengan menerjemahkan banyak hal yang menghiasi dunia dengan cara tak lazim. Saat melihat gumpalan awan di angkasa. Saat menyimak wajah-wajah lelah pulang kerja. Saat menyimak tampias air yang membekas di langit-langit kamar. Dengan pemahaman secara berbeda maka kalian akan merasakan sesuatu yang berbeda pula. Memberikan kebahagiaan utuh -yang jarang disadari-  atas makna detik demi detik kehidupan”
“Bertahanlah. Sekuat yang bisa kau lakukan. Sisanya serahkan pada waktu. Waktu akan mengubur seluruh kesedihan. Waktu akan membakar setiap jengkal rasa sakit”
“Bagi kebanyakan orang, dengan membuang seluruh benda kenangan itu dalam gudang akan membantu banyak dalam melupakan kesedihan. Bagiku tidak. Anak-anak harus belajar berdamai. Bukan melupakan”
“Mengerti bahwa memaafkan itu proses yang menyakitkan. Mengerti, walau menyakitkan itu harus dilalui agar langkah kita menjadi jauh lebih ringan. Ketahuilah, memaafkan orang lain sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan memaafkan diri sendiri”
“Apakah dunia memang begitu? Kita tidak akan pernah mendapatkan sesuatu jika kita terlalu menginginkannya. Kita tidak akan pernah mengerti hakikat memiliki, jika kita terlalu ingin memilikinya”
“Tahukah kalian, dalam banyak hal justru orang dewasalah yang banyak belajar kepada anak kecil. Mencari kekuatan, inspirasi, kebahagiaan melihat kalian.”
“..…kau tidak akan pernah mendapatkan sesorang kalau kau terlalu mencintainya.”

Sunset Bersama Rosie - Darwis Tere Liye

“Aku tahu apa artinya sebuah kesedihan, aku pernah mengalaminya. Percuma berdiri di sini sepanjang hari, sepanjang tahun, tidak akan membantu. Tidak ada yang bisa membantu selain waktu. Tetapi agar waktu berbaik hati, kita juga harus berbaik hati kepadanya,  dengan menyibukkan diri. Sendiri hanya akan mengundang rasa sesal. Sepi hanya mengundang lipatan-lipatan kesedihan lainnya”

“Ada banyak cara menikmati sepotong kehidupan saat kalian sedang tertikam belati sedih. Salah satunya dengan menerjemahkan banyak hal yang menghiasi dunia dengan cara tak lazim. Saat melihat gumpalan awan di angkasa. Saat menyimak wajah-wajah lelah pulang kerja. Saat menyimak tampias air yang membekas di langit-langit kamar. Dengan pemahaman secara berbeda maka kalian akan merasakan sesuatu yang berbeda pula. Memberikan kebahagiaan utuh -yang jarang disadari-  atas makna detik demi detik kehidupan”

“Bertahanlah. Sekuat yang bisa kau lakukan. Sisanya serahkan pada waktu. Waktu akan mengubur seluruh kesedihan. Waktu akan membakar setiap jengkal rasa sakit”

“Bagi kebanyakan orang, dengan membuang seluruh benda kenangan itu dalam gudang akan membantu banyak dalam melupakan kesedihan. Bagiku tidak. Anak-anak harus belajar berdamai. Bukan melupakan”

“Mengerti bahwa memaafkan itu proses yang menyakitkan. Mengerti, walau menyakitkan itu harus dilalui agar langkah kita menjadi jauh lebih ringan. Ketahuilah, memaafkan orang lain sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan memaafkan diri sendiri”

“Apakah dunia memang begitu? Kita tidak akan pernah mendapatkan sesuatu jika kita terlalu menginginkannya. Kita tidak akan pernah mengerti hakikat memiliki, jika kita terlalu ingin memilikinya”

“Tahukah kalian, dalam banyak hal justru orang dewasalah yang banyak belajar kepada anak kecil. Mencari kekuatan, inspirasi, kebahagiaan melihat kalian.”

“..…kau tidak akan pernah mendapatkan sesorang kalau kau terlalu mencintainya.”

Sunset Bersama Rosie - Darwis Tere Liye

"It’s okay if I’m not
your favorite
chapter you have
written,
but I hope you
sometimes smile
when you flip
back to the pages
I was still a part of."

— Y.Z   (via incend-io)

(Source: rustyvoices, via chasingmardhatillah)

"Letting go means to come to the realization that some people are a part of your history, but not a part of your destiny."

— Steve Maraboli (via onlinecounsellingcollege)

beningtirta:

wahyuawaludin:

Ini timeline capres, di mana prestasi mereka tercermin lewat timeline tersebut. Selamat memilih!
https://www.selasar.com/khas-selasar/infografis-perjalanan-hidup-para-kandidat-capres

1977-1988 Jokowi ngapain yah? Ayo cari tahu :)

beningtirta:

wahyuawaludin:

Ini timeline capres, di mana prestasi mereka tercermin lewat timeline tersebut. Selamat memilih!

https://www.selasar.com/khas-selasar/infografis-perjalanan-hidup-para-kandidat-capres

1977-1988 Jokowi ngapain yah? Ayo cari tahu :)

masih penasaran cara ngedit fotonya ini gimana…..

masih penasaran cara ngedit fotonya ini gimana…..

"Bagaimana mau membalas kalau menghitung nikmat dari-Nya saja kita tak mampu.."

— Ramadhan #3