A Corner Of Memories

A place where the memory goes


Counter

Never Lean On Anybody

Manusia adalah makhluk sosial. Gak ada yang bisa memungkiri bahwa kita sebagai manusia tetap membutuhkan orang lain dalam hidup kita. Seperti yang dikatakan oleh Om Aristoteles “Manusia adalah zoon politikon artinya satu individu dengan individu lainnya saling membutuhkan satu sama lain sehingga merupakan suatu keterkaitan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan bermasyarakat” Seperti saya yang butuh orang tua untuk mengurus saya, butuh keluarga yang memperhatikan saya,  butuh teman yang mendukung saya, butuh orang yang bisa menyemangati saya dan lain-lain sebagainya. Semakin sering saya berinteraksi dengan orang-orang tersebut maka kedekatan saya dengan orang-orang tersebut juga semakin kuat. Bahkan kalau sudah terlalu dekat bisa menimbulkan efek yang dinamakan ketergantungan. Dari rasa ketergantungan ini ketika suatu saat saya berpisah dengan orang-orang terdekat tersebut saya akan merasa kehilangan. Dan biasanya menyakitkan. Pernah merasa kehilangan? Bisa dibayangkan? Ya seperti itulah.  Tapi kali ini saya bukan mau membahas tentang kehilangan seseorang. Hanya mau membahas sedikit tentang rasa ketergantungan terhadap orang-orang terdekat kita.

Saya gambarkan saja seperti ini, misalnya saya berada di suatu tempat baru. Kemudian saya kenalan dengan seseorang yang cantik, sebut saja namanya Bunga. Disini kami berkenalan dan saling bercerita. Karena merasa cocok akhirnya kami memutuskan untuk berteman. Seperti di film-film kami pun akhirnya bersahabat bagai kepompong, kemana-mana selalu bersama, saling berbagi dan bertukar cerita. Saking dekatnya kami sudah seperti saudara kandung yang tidak dapat dipisahkan sehingga saya jarang berctukar cerita dengan teman yang lain karna merasa sudah merasa nyaman akan kedekatan saya dengan Bunga. Lalu tibalah suatu hari kami harus berpisah karna saya harus kembali ke tempat lama saya. Saya harus kehilangan Bunga. Awalnya pasti terasa berat karna saya harus membiasakan keadaan yang tidak biasa saya lakukan;  tidak lagi kemana-mana bersama Bunga bahkan jarang bertukar cerita lagi dengannya. Pada fase ini saya sudah mengalami rasa ketergantungan —-sekaligus kehilangan- karna selama ini kehidupan saya hanya terfokus pada Bunga.

Kalau dibiarkan berlarut-larut ketergantungan ini bisa menyulitkan saya karna saya pasti akan berpikir hanya Bungalah teman saya yang paling cocok. Menganggap teman yang lain tidak ada yang bisa seperti Bunga. Istilahnya Bunga yang tak tergantikan. Sehingga saya menutup diri saya dari teman-teman yang lain.

Oke, selesai cerita tentang Bunga. Akhir-akhir ini saya merasa kecewa dengan orang-orang di sekitar saya. Yang saya anggap tidak akan menyakiti saya ternyata….. ya begitulah. Kemudian saya teringat kembali akan rasa kehilangan teman-teman yang dulunya dekat dengan saya. Namun tak sedekat dulu lagi dikarenakan sudah mempunyai teman baru ditempatnya masing-masing. Memang akan ada suatu masa kita dikecewakan oleh orang terdekat kita, merasa kehilangan karna tak sedekat dulu lagi. Akan ada suatu masa orang terdekat kita suatu saat akan menjadi orang yang paling jauh dengan kita. Tidak menutup kemungkinan kalau orang yang paling jauh dengan kita bisa jadi orang yang paling dekat dengan kita. Belajar dari pengalaman, entah kenapa akhir-akhir ini pun saya berusaha menyisakan ruang untuk menyimpan rasa kecewa terhadap orang-orang terdekat saya. Jadi, sedekat apapun saya dengan orang lain sekarang, sesakit apapun saya disakiti, saya tetap berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya. Kalaupun terpikir sampai berhari-hari ya dibawa asik saja toh jika sudah terbiasa rasa sakit itu lama kelamaan tidak akan terasa sakit lagi. Ibaratkan kaya bakteri yang udah resisten sama antibiotik gitu. Disisi lain, saya selalu menanamkan dalam pikiran saya bahwa saya –jika ingin dekat dengan orang lain- harus siap sedia jika saya harus kehilangan orang tersebut kapan saja. Hidup di dunia ini hanya sementara kan? Orang-orang yang dekat dengan kita juga titipan kan? Kejamnya lagi mereka bisa pergi kapan aja ketika Yang Maha Memberi Kehidupan mengambil jatah hidup orang-orang terdekat kita. Tidak ada lagi alasan saya untuk bergantung dengan orang lain, siapapun itu. Menurut saya membutuhkan orang lain itu memang hakikatnya manusia tapi bergantung pada orang lain adalah suatu pilihan. Ketika saya membutuhkan orang lain belum tentu orang tersebut akan selalu ada kapanpun saya butuh begitu juga sebaliknya. Belum tentu saya bisa menyediakan waktu 24 jam full untuk orang-orang terdekat saya. Maka dari itu ketika disaat saya membutuhkan orang-orang terdekat saya tapi orang-orang tersebut tidak ada, saya sudah mulai bisa menerima. Itulah sebabnya saya tak pernah mau terlalu bergantung lagi dengan siapapun. Saya tidak mau mengulangi masa-masa kelam dimana saya jadi menutup diri dari orang lain hanya karna kesedihan saya yang berlarut-larut karna rasa ketergantungan saya terhadap orang tersebut.

Never lean on anybody. Lean on yourself. Cry to God.” –PD

Terdengar egois? Sombong? Menurut saya tidak. Saya hanya berusaha mandiri agar tidak banyak menyusahkan orang lain. Ditambah lagi dengan sifat saya yang memang susah berkeluh kesah dengan orang-orang terdekat terkecuali kalau sudah tak tertahankan lagi : )) Saya lebih suka menuangkannya ke dalam tulisan seperti ini. Tidak ada orang yang harus diganggu waktu dan pikirannya. Dengan menulis sayalah yang menyembuhkan diri saya sendiri. Dan hanya Yang Maha Kasih dan Maha Penyayang yang tidak akan pernah meninggalkan saya. Saya juga belajar bahwa bisa jadi ini pengingat dariNya bahwa saya tak boleh melupakanNya karna hanya Dialah tempat saya bergantung.

Kesimpulannya, dalam hidup manusia memang dan pasti membutuhkan orang lain tapi bukan berarti itu bisa jadi alasan untuk kita bergantung kepada orang lain. Yang bisa kamu harapkan ya cuma diri kamu sendiri. Jangan pernah bergantung kepada orang lain. Anonim bilang mah jangan pernah meletakkan kebahagiaanmu pada orang lain karna jika ia pergi, begitu juga kebahagiaanmu. Heal yourself and always stand with your own feet no matter how hard your life. Jika kebahagiaanmu bersifat sementara, maka kesedihanmu inipun hanya bersifat sementara :)

CeritaJika #46 : Jika Istrimu Seorang Mahasiswi Farmasi

Seringkali kau membayangkan bahwa istrimu adalah seseorang yang telah memiliki titel-gelar-atau profesi. Tapi pernahkah kau membayangkan bagaimana jika istrimu masih menjadi mahasiswi di salah satu perguruan tinggi? Pernahkah kau membayangkan bagaimana jika istrimu yang masih muda ini adalah mahasiswi jurusan Farmasi?

Jika istrimu seorang mahasiswi Farmasi, mungkin ia akan menjadi istri yang tiap harinya bergadang demi menyelesaikan tugas kuliah dan membuat laporan berbagai praktikum dengan deadline yang sangat ketat. Jangan heran jika kau mendapatinya dengan mata sayu, berkantung, dan terlihat lelah. Tapi percayalah, manakala kau terbangun dan mengajaknya mendirikan sholat malam di tengah ketidaksadarannya, mata sendunya akan berubah dan bercahaya, raut wajah lelahnya akan berubah menjadi rona berseri karena bahagia manakala engkau mengajaknya agar sadar waktu dan bermesraan dengan Sang Pencipta.

Mungkin istrimu akan sering pulang malam manakala ada beberapa praktikum yang menyita waktu. Saat kau meneleponnya, mungkin dia sedang di laboratorium demi bergulat dengan senyawa atau menaklukan formulasi obat. Jangan heran jika saat dia pulang kau tidak mendapatinya dalam keadaan harum, melainkan dengan bau senyawa-senyawa kimia laboratorium. Bisa jadi bau itu biasa saja, atau bahkan baunya menyengat yang menyebabkan engkau enggan mendekatinya. Jangan heran jika dia sangat teliti memperlakukan tikus. Bukan karena dia mencintai binatang yang bisa jadi kau jijik terhadapnya, semata-mata dia lakukan demi penelitian yang pada akhirnya ingin dia baktikan pada masyarakat. Jangan marah jika saat ia pulang kau dapati baju yang baru saja kau belikan dengan tabunganmu malah kotor dengan warna-warna tak jelas. Bisa jadi baju itu terkena perak nitrat, carmine, atau terkena ekstak saat dia di laboratorium bahan alam. Percayalah, dia sangat ingin berhati-hati dan sangat menyukai pemberianmu, tapi terkadang keteledorannya yang membuat ini semua. Jangan merasa jijik manakala wajahnya tiba-tiba berjerawat atau kulitnya memerah, ia tidak terkena kutukan, bisa jadi ia terkena paparan senyawa berbahaya ataupun terinfeksi bakteri saat ia di laboratorium mikrobiologi.

Jika istrimu mahasiswa farmasi, di tengah kesibukan kuliah, praktikum, laporan, dan mungkin tugas akhirnya – percayalah bahwa ia selalu mengingatmu. Dia tahu kewajibannya sebagai istri, memperlakukan tikus dengan baik jelas tidak lebih dia utamakan dibanding memperlakukan suami dengan baik. Meskipun ia sibuk dengan kesibukan yang mungkin belum kau mengerti, percayalah bahwa ia selalu memperdulikan dan mencintaimu. Jangan heran jika dia rewel memintamu menghabiskan antibiotik saat kau terinfeksi bakteri. Jangan heran jika ia akan mengatur pola makanmu berdasarkan golongan darah ataupun berdasarkan jenis risiko penyakit yang sedang atau mungkin akan kau derita. Perlu kau tahu, meskipun ia pandai meracik obat dengan takaran yang pas, tapi belum tentu ia dapat memasak dengan bumbu yang pas. Namun, ia akan terus belajar memasak demi melihat senyummu, dan melihat kau sehat bugar. Sesekali mungkin kau akan merasa kesal karena di malam hari, setelah menghabiskan makan malam ia akan melarangmu tidur langsung. Ia akan memintamu untuk bersama dengannya barang beberapa jam. Selain karena ingin mendengar kisahmu hari ini, ia ingin memastikan agar kau terhindar dari risiko diabetes. Pun jangan kesal manakala ia sesekali jahil menyembunyikan remote saat kalian menonton. Dia hanya ingin kau sedikit bergerak ke layar televisi untuk memindahkan saluran, sekali lagi percayalah bahwa ia melakukan ini demi kesehatanmu.

Jika istrimu mahasiswi farmasi, percayalah bahwa namamu akan tercantum di setiap kata pengantar tugasnya termasuk tugas akhirnya. Ia akan selalu memastikan kesehatanmu, menyediakan makanan sehat, dan menjadi dokter-perawat-apoteker-ahli gizi pertama bagimu. Jika istrimu mahasiswi farmasi, jangan heran jika saat ia membuka tabungannya dan ingin membelikan sesuatu untuk orangtuamu yang menjadi mertuanya. Ia akan membelikan buah-buahan atau nutrasetikal demi menjaga kesehatan orang-orang yang kau cintai. Jika istrimu mahasiswi farmasi, di tengah kesibukan praktikumnya yang menyita waktu, percayalah bahwa waktu yang paling ia cintai adalah beberapa jam yang ia habiskan bersamamu dalam menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai istri. Meskipun istrimu kadang terlihat aneh karena sering berinteraksi dengan instrumentasi analisis ataupun dengan tikus. Percayalah bahwa saat ia lelah di laboratorium ia ingin kau juga ada di sana untuk memberi dukungan dan kekuatan baginya. Jangan heran jika sesekali ia akan memberikanmu kejutan dengan kalung obat-obat, buku catatan yang terlihat seperti buku resep, atau mungkin dia akan menjadikan namamu sebagai nama obat baru yang ia formulasikan.

 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

pengirim :

Dilla Wulan Ningrum

Mahasiswi Farmasi Universitas Padjadjaran

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

CeritaJika project : klik di sini

Akhirnya, setelah proyek menulis ceritaJika sempat berhenti beberapa hari karena kesibukan persiapan wisuda. CeritaJika dimulai lagi, terima kasih kepada teman-teman yang sudah mengirimkan dan berbagi cerita-ceritanya. Selamat membaca dan berbagi :)

:”))))

Jika semua ini hanyalah permainan…………. kita lihat saja siapa yang menang dan siapa yang kalah :) atau bisa jadi tidak ada yang menang. Kita lihat saja beberapa tahun ke depan. Semoga yang sudah terjadi tidak akan terulang lagi. Kalaupun harus terjadi, tidak untuk (terlalu) diratapi lagi. Let the show begin :)

andywestdaydreams:

To all those hootowls (and even non-hootowl) friends out there who are struggling with life; those who are facing the toughest situations and real-life nightmares, those who are heartbroken and to those who are still being pushed and dragged back to the mire.

Stay alive. Stay strong. Don’t let the fire die.

Keep moving!

"dikecewakan memang sakit, tapi tidak balik mengecewakan adalah hebat."

— elstn (via nulisbebas)

(via catatanbesarku)

"Yang sulit itu adalah ikhlas, yang mudah itu adalah berbuat dosa, yang susah itu adalah bersabar dan yang paling sering kita lupakan adalah bersyukur"

— Imam Ghazali

"Kalo bukan adek, siapa lagi? Harus ada lah regenerasi kakak"

"Kalo Ayu ingat, jadilah pengingat. Tugas Ayulah mengingatkan yang lain supaya ingat"

"Kalo bicara pantas, itu relatif dek. Karena kita tahu betul siapa yang diamanahkan"

"Semangat dek!"

"Keep calm and carry on, Ayu! :)"

"Kok lemes banget sih, Yu?"

"Jangan mudah menyerah yaa"

"Ayu ini lah kebiasaan gak makan. Makan dulu. Nanti Ayu sakit lho. Bentar lagi aja kita acc-nya"

"Yu, udah makan? Makan dulu sanaaa"

"Ayu kok ngeluh aja? Bersyukur lah, Nak. Kalo bicara berat mama lebih berat lagi"

"Semangat Ayuuuu"

"Semangat Ayu-chan. Ayu pasti bisa! :) Kaya yang Ayu bilang yakin usaha sampai"

"Jangan gitu kali, semester 4 itu memang memberatkan tapi jangan diforsir kali. Labnya memang gitu dek, semakin kita keras, semakin terasa keras perjuangannya, agak disantaikan dikit"

"Jangan gitu lah Yuuu. Jangan sampe gak kuliah gara-gara laporan"


Kata-kata yang selalu terngiang-ngiang akhir-akhir ini. Entah lebay, norak, apalah itu namanya. Saya ngerasa terlalu berlebihan akhir-akhir ini. Seakan diserang secara bertubi-tubi, tanpa ampun semua datang bersamaan. Semoga bisa tetap kuat. Harus kuat. Tidak ada masalah yang melampaui kemampuan kita untuk mengatasinya. Cuma butuh semangat yang lebih dari biasanya, kekuatan yang lebih dari biasanya, usaha yang lebih dari biasanya dan doa. Semua pasti terlewati dan di ujung ini semua saya pasti akan tersenyum melihat perjuangan saya sendiri.. Kalau dulu bisa, kenapa sekarang enggak?

"Jika reaksi kimia dipengaruhi oleh lingkungan; pH, cahaya matahari, dan lainnya, maka reaksi keikhlasan tidak dipengaruhi lingkungan."

— Ustadz Juliandri (via riopale)

(via gerypratama)

iPersonic - The free Personality Test

From Good-Natured Realist to Harmony-Seeking Idealist. It’s funny when your personality can change in about 2-3years. Like the seasons change, so do we.

ayojadilebihbaik:

:3

Selftalk

Ketika orang lain menjadi lebih sensitif dan mudah terpancing emosinya, kamu harus bisa lebih sabar ya..

Ketika orang lain bersikap tidak peduli, kamu harus tetap peduli ya..

Ketika orang lain mengeluh, kamu harus banyak bersyukur ya. Pasti ada yang bisa kamu ambil sisi positifnya dari semua ini..

Ketika orang lain menyerah, kamu harus tetap semangat ya.. Kalau kamu menyerah, apa bedanya kamu dengan orang lain?

Ketika orang lain sudah terlelap dan kamu masih terjaga, bertahanlah. Selesaikan semuanya satu-persatu. Fokus. Jaga emosimu supaya tidak menghancurkan konsentrasimu..

Ketika orang lain hanya duduk santai, kamu harus tetap bekerja keras ya.. Pertahankan saja ritmenya. Kalau udah terbiasa pasti bakal lebih mudah untuk menghadapi yang lebih berat lagi dari ini semua. Yang kuat ya..

Sebelum ini semua berakhir, tidak ada kata menyerah, tidak ada kata tidak sanggup, tidak ada kata lelah.. Percaya, semua ini hanya sementara. Semua akan baik-baik saja. Perbanyak doa karna dibalik doa-doamu selama ini pasti akan ada hal-hal yang bisa terjadi walaupun awalnya kamu tidak menyangka itu akan terjadi.

Jangan lupa senyum yang banyak :) kasihan tuh otot pipinya tegang trus..

"Yang gak ada bukan berarti hilang"

— Jr

"so close yet so far"


ketika kamu dapat melihat secara nyata namun seperti berada pada dimensi yang berbeda


ketika kamu tak dapat melihat namun terasa di relung jiwa.

Jadi, gimana rasanya menjadi mahasiswi semester 4?

Campur aduk. Minggu ini bisa dibilang minggu paling hectic karena udah mulai praktikum di 4 lab. Kalau minggu lalu cuma 2 lab; steril dan farmasi fisik, minggu ini lab farmakologi dan biofarmasetika udah dimulai. Jadwalnya luar biasa :”) Senin lab biofar, Selasa lab steril, Rabu lab farmako dan Kamis lab farfis. Paginya kuliah. Tiap malemnya nyicil tugas lab sebelumnya dan belajar buat praktikum selanjutnya. Di kampus udah mondar-mandir buat acc dengan asisten lab, nentuin waktu buat pengarahan dengan dosen sebelum praktikum, belum lagi rebutan buku di perpus karna banyak yang minjem untuk buat laporan.. Kuliah pun pikiran di awang-awang.
Ga ngerti lagi. Hidup cuma buat kuliah-praktikum-nulis laporan-tidur. Belajar juga mesti pinter-pinter nyuri waktu.

Dibalik semua kesusahan ini, Alhamdulillah walaupun jam tidur kacau balau, masih diberikan nikmat kesehatan sama Allah :”) makan dan minum juga selalu terjaga sekalipun mesti buru-buru ataupun lesehan depan lab. Udah gak tau malu lagi ya….

Alhamdulillah tadi juga masih bisa ketawa-ketawa sama temen-temen separtner di lab farfis. Lumayan refreshing sejenak. Udah beberapa hari ini muka mutung terus, butuh peregangan juga. Berharap bisa tetap rukun sampe semester ini berakhir, aamiin!! Semoga di partner lab biofar dan farmako semuanya damai sejahtera ya.. Masa-masa kaya gini emang paling sensitif karna sama-sama banyak pikiran gini :))

Terharu juga tadi atas keisengan berlandaskan kebaikan oleh Shena :”) Sanggup ya dia ngelapor sama asisten lab farfis kalo aku belum makan. Alhasil tadi gak dimasuk sebelum aku ngabisin bekalku -_- Padahal tadi kan aku udah makan setengah bekalkuuu. Selesai kuliah langsung makan trus berhenti makan cuma gara-gara harus ketemu sama partner lab farmako. Rumit banget ya, mau ngelab farfis masih sempat-sempatnya ngurus lab farmako. Deadline acc tugas tiap lab mepet banget sih.. Kaya seminggu itu ga cukup 7 hari….

Tapi hari ini lumayan menghibur lhooo.. Seneng aja sama kejadian-kejadian sederhana hari ini. Oh iya kata Fika tikus hewan percobaan kami juga baru melahirkan :)))


Buat temen-temen mahasiswa semester 4 lainnya, tetap semangat :D
Ingat, kesehatan jauh lebih penting daripada pendidikan. Gitu sih kata pak Edy. Kalo udah sakit, semuanya hancur. Ga ada gunanya belajar atau nulis laporan sampe pagi tapi ga bisa kuliah atau ga bisa ikut praktikum gara-gara sakit. Tiap pagi sempetin olahraga atau peregangan otot biar lebih enak buat bergerak. Lebih bagus lagi kalau jalan-jalan disekitar pekarangan rumah karena bisa sekalian menghirup udara pagi. Jadi lebih fresh dan semangat buat kuliah. Dan yang paling penting lagi makan dan minumnya dijaga. Kurang minum bisa sariawan dan ganggu fokus belajar lhoo.. Salam senyum semangattt! :)