A Corner Of Memories

A place where the memory goes


Counter

"RUMAH. Malam ini aku tersesat lagi. Aku lupa jalan pulang."


“Aku tahu apa artinya sebuah kesedihan, aku pernah mengalaminya. Percuma berdiri di sini sepanjang hari, sepanjang tahun, tidak akan membantu. Tidak ada yang bisa membantu selain waktu. Tetapi agar waktu berbaik hati, kita juga harus berbaik hati kepadanya,  dengan menyibukkan diri. Sendiri hanya akan mengundang rasa sesal. Sepi hanya mengundang lipatan-lipatan kesedihan lainnya”
“Ada banyak cara menikmati sepotong kehidupan saat kalian sedang tertikam belati sedih. Salah satunya dengan menerjemahkan banyak hal yang menghiasi dunia dengan cara tak lazim. Saat melihat gumpalan awan di angkasa. Saat menyimak wajah-wajah lelah pulang kerja. Saat menyimak tampias air yang membekas di langit-langit kamar. Dengan pemahaman secara berbeda maka kalian akan merasakan sesuatu yang berbeda pula. Memberikan kebahagiaan utuh -yang jarang disadari-  atas makna detik demi detik kehidupan”
“Bertahanlah. Sekuat yang bisa kau lakukan. Sisanya serahkan pada waktu. Waktu akan mengubur seluruh kesedihan. Waktu akan membakar setiap jengkal rasa sakit”
“Bagi kebanyakan orang, dengan membuang seluruh benda kenangan itu dalam gudang akan membantu banyak dalam melupakan kesedihan. Bagiku tidak. Anak-anak harus belajar berdamai. Bukan melupakan”
“Mengerti bahwa memaafkan itu proses yang menyakitkan. Mengerti, walau menyakitkan itu harus dilalui agar langkah kita menjadi jauh lebih ringan. Ketahuilah, memaafkan orang lain sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan memaafkan diri sendiri”
“Apakah dunia memang begitu? Kita tidak akan pernah mendapatkan sesuatu jika kita terlalu menginginkannya. Kita tidak akan pernah mengerti hakikat memiliki, jika kita terlalu ingin memilikinya”
“Tahukah kalian, dalam banyak hal justru orang dewasalah yang banyak belajar kepada anak kecil. Mencari kekuatan, inspirasi, kebahagiaan melihat kalian.”
“..…kau tidak akan pernah mendapatkan sesorang kalau kau terlalu mencintainya.”

Sunset Bersama Rosie - Darwis Tere Liye

“Aku tahu apa artinya sebuah kesedihan, aku pernah mengalaminya. Percuma berdiri di sini sepanjang hari, sepanjang tahun, tidak akan membantu. Tidak ada yang bisa membantu selain waktu. Tetapi agar waktu berbaik hati, kita juga harus berbaik hati kepadanya,  dengan menyibukkan diri. Sendiri hanya akan mengundang rasa sesal. Sepi hanya mengundang lipatan-lipatan kesedihan lainnya”

“Ada banyak cara menikmati sepotong kehidupan saat kalian sedang tertikam belati sedih. Salah satunya dengan menerjemahkan banyak hal yang menghiasi dunia dengan cara tak lazim. Saat melihat gumpalan awan di angkasa. Saat menyimak wajah-wajah lelah pulang kerja. Saat menyimak tampias air yang membekas di langit-langit kamar. Dengan pemahaman secara berbeda maka kalian akan merasakan sesuatu yang berbeda pula. Memberikan kebahagiaan utuh -yang jarang disadari-  atas makna detik demi detik kehidupan”

“Bertahanlah. Sekuat yang bisa kau lakukan. Sisanya serahkan pada waktu. Waktu akan mengubur seluruh kesedihan. Waktu akan membakar setiap jengkal rasa sakit”

“Bagi kebanyakan orang, dengan membuang seluruh benda kenangan itu dalam gudang akan membantu banyak dalam melupakan kesedihan. Bagiku tidak. Anak-anak harus belajar berdamai. Bukan melupakan”

“Mengerti bahwa memaafkan itu proses yang menyakitkan. Mengerti, walau menyakitkan itu harus dilalui agar langkah kita menjadi jauh lebih ringan. Ketahuilah, memaafkan orang lain sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan memaafkan diri sendiri”

“Apakah dunia memang begitu? Kita tidak akan pernah mendapatkan sesuatu jika kita terlalu menginginkannya. Kita tidak akan pernah mengerti hakikat memiliki, jika kita terlalu ingin memilikinya”

“Tahukah kalian, dalam banyak hal justru orang dewasalah yang banyak belajar kepada anak kecil. Mencari kekuatan, inspirasi, kebahagiaan melihat kalian.”

“..…kau tidak akan pernah mendapatkan sesorang kalau kau terlalu mencintainya.”

Sunset Bersama Rosie - Darwis Tere Liye

"It’s okay if I’m not
your favorite
chapter you have
written,
but I hope you
sometimes smile
when you flip
back to the pages
I was still a part of."

— Y.Z   (via incend-io)

(Source: rustyvoices, via chasingmardhatillah)

"Letting go means to come to the realization that some people are a part of your history, but not a part of your destiny."

— Steve Maraboli (via onlinecounsellingcollege)

beningtirta:

wahyuawaludin:

Ini timeline capres, di mana prestasi mereka tercermin lewat timeline tersebut. Selamat memilih!
https://www.selasar.com/khas-selasar/infografis-perjalanan-hidup-para-kandidat-capres

1977-1988 Jokowi ngapain yah? Ayo cari tahu :)

beningtirta:

wahyuawaludin:

Ini timeline capres, di mana prestasi mereka tercermin lewat timeline tersebut. Selamat memilih!

https://www.selasar.com/khas-selasar/infografis-perjalanan-hidup-para-kandidat-capres

1977-1988 Jokowi ngapain yah? Ayo cari tahu :)

masih penasaran cara ngedit fotonya ini gimana…..

masih penasaran cara ngedit fotonya ini gimana…..

"Bagaimana mau membalas kalau menghitung nikmat dari-Nya saja kita tak mampu.."

— Ramadhan #3

Things I Learned Today

1. Jangan sepele sama kesalahan-kesahalan kecil. Terkadang dari kesalahan kecil itulah yang paling fatal akibatnya. Seperti saya yang salah nulis sterilisasi sediaan obat dimana. Udah jelas-jelas di awal nulis autoklaf di akhir malah nulis oven…. Buat obat mana boleh salah walaupun sedikit… Ya kali nanti pasiennya meninggal gara-gara obat yang dikonsumsi gak memenuhi syarat. Terima kenyataan aja kalo mesti inhall disaat orang udah pada liburan gini..

2. Doa itu mesti spesifik. Kalau udah usaha maksimal, kekuatan paling besar yang bisa dilakukan selanjutnya adalah berdoa. Karin bilang sebelum ujian dia berdoa supaya dapat resep antikoagulan. Kalau saya…. cuma berdoa mudah-mudahan dapat resep yang terbaik dari Allah, yang bisa saya kerjain. Apa aja yang penting bisa. Emang sih bisa dikerjain. Kan cuma minta bisa ngerjain aja. Bukan minta supaya gak ceroboh sama hal-hal kecil. Atau minta resep yang bener-bener saya pahamin. Doanya kurang spesifik sih. Atau mungkin karna kemarin ada konflik sedikit sama mama ya? Gak tau deh. Pokoknya mulai sekarang doa itu mesti spesifik. Hmm.. Jadi ingat kata-kata tentor di NF dulu. Mereka bilang kalau doa tuh mesti spesifik. Misalnya minta nilai A buat makul B. Mungkin bisa dicoba buat semester depan..

3. Yang kamu benci belum tentu gak baik buat kamu. Walaupun saya benci harus ngulang ujian gini… Setidaknya saya bisa lebih paham dari temen-temen yang gak inhall. Ngulang juga bukan berarti bodoh kan. Pak Suryadi bilang kuliah itu kan untuk paham dan mengerti bukan cuma sekedar tahu :))

4. Teliti dan jangan sombong. Percaya sama diri sendiri. Bisa jadi dimatamu sendiri kamu orang yang biasa saja tapi bisa jadi dimata orang lain kamu adalah orang yang hebat. Kalau sama diri sendiri aja gak percaya gimana orang-orang yang lain mau percaya..

5. Hidup itu seperti grafik elektrokardiogram ya :)) kadang naik tinggi banget, kadang jatuh rendah banget. Kalau udah datar berarti udah meninggal dong ya.

6. Tadi liat pengumuman nilai ternyata temen paling pinter seangkatan juga inhall. Lagi, keberuntungan bisa mengalahkan kepintaran.

Itu aja deh.
Btw, selamat menunaikan ibadah puasa ^^)

x
x

(Source: ukyos, via ukyos)